Sajak-sajak pendek tema “hati”

Galeri

Alunan sendu di kesunyian malam,
suatu kidung pilu sebuah hati,
menanggung rindu menggetarkan mimpi

*******

Bintang gemintang yang bependar pada kelam malam
adalah kejap beribu bayangan mengisi ruang rindu

********

Fajar telah meraih pinggiran lembah,
menuju matahari untuk menyongsong sinar kemerahannya

 ***********

 Ketika mentari enggan menemaniku,
aku tersesat di hatimu & bercerai dlm jiwa yg sepi,
 lalu aku rapuh, bersimbah pilu hati

 ***********

Sebuah cahaya berkelebat dalam sunyiku,
aku berjalan memahat ngilu di dada,
menelusuri jejakmu yg selalu hilang di dermaga sepi

 ***************

Mimpi sebuah luka terbuka dalam kalbu,
dan pedihnya menggema ke seluruh jiwa

*****************

Kutiupkan bara di genang hati,
di tempat pelantun itu bernyanyi tiada henti,
yang melambungkan namanya dengan jiwa

 ****************

Fajar telah meraih pinggiran lembah,
menuju matahari untuk menyongsong sinar kemerahannya
Rona merah merayap perlahan memberi kehangatan,
menggeser kegelapan sang dewi malam

 *************

Di kesuyian malam engkau menikmati puncak kebahagiaanmu,
namun raga ini terpanggang benturan dera, harapan dan perpisahan

 ************

Di saat derasnya hujan,
tak ada cahaya purnama dan bintang gemintang,
sehingga aku terbelenggu dalam kegelapan nyata

Penyair @CaboDaFlora

Malam mencekam,rindupun terbenam.
Sang Penyair larut dalam aksara bisu,
sedang kekasih terlena dalam isu.

*********

 Dalam kegulitaan jantung malam,
desir angin mengalunkan nada sendu
mengantar sepi dalam buaian sang lelap

*********

Sepi menyanyi di tepian senja,
meriak muka air kolam jiwa,
lagu sendu di dalam dadaku menarik menari seluruh jiwaku

 *****************

Adalah jemari lembut yang menggenggam kuat
 kesunyian hati hingga pedih ke dasar jiwa

 *********************

Engkau adalah mahkota cinta,
dengan sentuhan lembut jari jemari halusmu
disertai rintihan manis

***********************

Bias – bias cahaya berlabuh mengarungi samudra sepi,
menderap laju tanpa henti menuju ladang hati

 ********************

Setangkai bunga edelweis
yang kau lemparkan ke jurang hatiku
telah dipungut oleh jiwa yang sepi

********************

Lembah2 itu membakar khayalanku,
saat kupejamkan mata,
desah ranting dan suara anak sungai
mengingatkanku pada luka lama

************************

Gerimis mempercepat kelam, di ufuk barat mulai gelap,
segenap angin membenamkan rindu di telaga sunyi

**********************

Luka dari dukaku, terbuka,
dan kubiarkan darah itu mengalir dari luka,
sekedar untuk menemani sepiku

***********************

Ranting dahan jemu terkulai,
cahaya di air hilang berkabut,
desir angin berhenti membelai,
saat kuukir sebuah nama
pada embun dan kupagut

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s